Senin, 01 September 2014

Fresh for Freshman 2014

Setelah berjanji pada beberapa orang akan segera meng upload foto dokumentasi ospek, akhirnya saya menepati nya setengah jam lalu..
Setelah lumayan menyita waktu me-resize puluhan foto agar proses penggunggahan lebih cepat, akhirnya foto berjajar rapih di album grup facebook English For Freshmen 2014 ^_^

Menyingkirkan rasa mengantuk, saya ingin sedikit bercerita mengenai ospek jurusan bahasa inggris tanggal 29 Agustus 2014 kemarin. Tanggal itu menjadi sangat sakral bagi kami yang selama 3 bulan berproses sejak awal wawancara open recruitment. Bagaimana tidak mencurahkan waktu lebih lama di rantau demi kesuksesan dan kelancaran acara. Bulan puasa di rantau jadi pengalaman pertama yg luar biasa bagi saya. Mencari takjil gratis, berdingin-dingin sebelum subuh mencari sahur, sampai sering menginap di kosan teman karena kos sendiri telah sepi anak yang telah balik ke kampung masing-masing.

Dan inilah English For Freshmen 2014. Jeng jerejeng. !!

Penjemputan Maba

Dari kumpul awal di fakultas, maba diajak untuk berkumpul dengan sesama jurusan inggris















Pengkondisian di Stage Tari Tedjokusumo, FBS UNY










EDSAcoustic





Dialog Jurusan dengan Ketua Jurusan dan Ketua Prodi




Sosialisasi Himpunan Mahasiswa EDSA 








EDSAcoustic again ^^






Doorprize Time !!










Relung Theater EDSA FBS UNY

*ROMEO AND JULIET*




























































Finally



Evaluasi Panitia 







Menagih mekar bunga

Menagih mekar bunga merah di sudut kotak hitam
Sayang, rindu ku padamu diam
Jari jemari tak kuasa mencari kabarmu
mengingat

Pagi kini hanya pagiku sendiri
Bukan dirimu kini yg menyelamati
Hanya sunyiku berdiri pilu

Kangen lagi hehehe

Minggu, 24 Agustus 2014

FBS UNY Map

Peta Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Bahasa dan Seni
made in Yogyakarta by me (@akfmada)
with Corel Draw X6

for English For Freshmen 2014


Tanpa Judul

Untukmu Tio, Suatu petang temaram kita bertemu
Kau tahu persis, mataku sembab
Kau tahu persis, lelah fisik kita lama terjerembab
Kau tahu persis, maksudku ingin bertemu

Perlahan kau melepaskannya
Begitu halus layaknya gundu yang meluncur
Bergelinding di kaca miring
Semantap laju motor yang kau kendarai malam lain
Tersulut sedih, diamku merasuk
Begitu rapuh, diriku tak berucap tak bergerak

Logikaku tak sampai, sama saja kasihku
Berjalan sendiri
Berbenah
Tuk menemukan kasih lain
Terima kasih kasih