Sabtu, 30 Januari 2010

Cerpendth Kko!

cobba" bkindth cerpendth. wlowpondth jelegk py mogga" bissa ngehibur. . . MONGGO !


 Is It True Love?
“ Ciiit “
Tampak sebuah mobil mewah sedang parkir di tempat parkir sebuah sekolah. Di kanan kirinya, berjajar beberapa mobil mewah. Memang, sekolah itu adalah salah satu sekolah ellite di Surabaya. SMP Bina Nusantara, nama sekolah itu.
Sepasang kaki putih mulus keluar dari mobil mewah itu. Tubuhnya ramping. Tingginya semampai. Rambut hitam lurus sebahu pemanis paras ayunya.
Jam sudah menunjukkan pukul 06.35.  Suasana sekolah sudah ramai. Cherlyn Rahmadipta, nama gadis itu, berjalan di salah satu koridor sekolah. Senyum manis selalu menghiasi wajahnya. Sesampainya di depan kelas, ia berbincang-bincang dengan temannya. Namun, bel masuk sudah berbunyi.
***
“ Pagi, anak-anak” Sapa Pak Budi, guru seni budaya mereka.
“Pagiiiii, Paaaakk”
“Kali ini kita akan membahas tentang musik mancanegara. Kalian akan berkelompok untuk menampilkan sebuah lagu mancanegara.”
Teman-teman Cherlyn pun ramai sendiri. Mereka saling menunjuk teman mereka untuk satu kelompok dengan mereka.
“ Kis, ntar lo satu kelompok ma gue ya!” Ucap Muthy pada Kisty.
“Terserah lo deh. . .” Kisty yang tidak memilih-milih teman, langsung menerima ajakan Muthy.
“Tenang anak-anak, Bapak akan menentukan kelompok kalian.” Kata Pak Budi.
“Lho, Pak…. Ntar gak enak dong pak!” Celetuk Randy.
“Gak papa. Biar anggota kelompok kalian gak itu-itu aja.” Jawab Pak Budi.
Wajah para murid terlihat kecewa mendengar keputusan guru seni budayanya itu.
“Oke, Randy, tolong bantu bapak menulis anggota kelompok di papan!” Ucap Lelaki berkacamata itu.
***
 “Bip bip bip.” Ringtone handphone Cherlyn berbunyi.
10/01/10
Emmy
Cher, ntAr jm 3. qt Mw
LatiHandth d LintaNg.
Jgn lupa Lho!!!

Isi sms Terry, teman satu kelompok band Cherlyn, membuat Cherlyn terkejut. Ia melihat jam dinding di kamarnya. JAM 14.30 !!. Mata Cherlyn terbelalak.
“Duh. . . udah jam segini. Mana belom mandi lagi. Mati deh gue” Ia menepuk dahinya.
Dengan tergesa-gesa Iapun mandi. Memakai baju. Kemudian ia setengah berlari menuju garasi. Dengan tergesa-gesa ia mengemudikan mobilnya.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor memotong jalan mobil Cherlyn.
“Punya mata gak sih lo! Motong-motong jalan orang aja!” Hardik Cherlyn.
Usai melampiaskan kemarahannya, Cherlyn melanjutkan perjalanannya.
Di Lintang studio, teman-teman Cherlyn sudah menunggu kedatangannya.
“Kemana aja si lo Cher? Kita udah nunggu lama lho!” Ucap Emmy.
Sorry semua, gue tadi ketiduran.” Cherlyn tersenyum.
“Udah telat, masang wajah tak berdosa lagi. Apaan tuh!” Ucap Randy.
“Suka-suka gue dong!” Cherlyn memajukan mulutnya.
“Ya udah, udah lengkap kan? Masuk yuk!” Ajak Randy.
Wait, wait ! sapa ni? Dia bukan anggota kelompok band kita kan?” kata Cherlyn.
Cherlyn memandangi cowok yang berada di ujung sofa yang sedari tadi membisu. Wajahnya bukan tergolong  wajah yang jelek. Tubuhnya kurus. Tingginya semampai, kira-kira 170 cm-an. Cherlyn tersenyum kepadanya.
“Oh, dia Gozi. Sebelum gue kesini, gua ke warnet, terus dia ngikut deh.” Ucap Prana, teman sekelas Cherlyn.
“Oh. . . .”
Setelah itu, Mereka masuk ke dalam studio.
***
Dingin. Angin malam masuk ke dalam kamar Cherlyn. Sesekali, ia mengelus tangannya untuk menghangatkan dirinya. Matanya tertuju pada notebook kesayangannya. Ia tengah asyik ber-facebook ria. Ia memang sering online pada jejaring sosial itu. Iseng, ia menuliskan “Gozy Putra Diafan”. Ya, itu adalah nama lengkap Gozy, orang yang tengah menari-nari di hati Cherlyn.
Yes! Ada!” Ucap Cherlyn setengah berteriak.
“Gini khan gue bisa lebih deket ma Gozy. Hahaha”
Ia pun segera menekan “add as friend”.
Tak lama kemudian,  Gozy meng-confirm Cherlyn. GOZY sedang ONLINE ! Senyum Cherlyn bertambah lebar. Tak hanya itu, Gozy juga mengirim wall pada Cherlyn.
Thx voo Req….
Inni Cherlyn temendTh.nyah Prana ya?!
Cherlyn pun membalas. Tangannya cekatan mengetik keyboard notebook-nya.
Cherlyn  : Yuph, ni gue. Btw Lo skollah mana?
Gozy      : Gue sekolah di SMPNusa Bangsa. Btw lo klas brpa?
Cherlyn  : Gue? Kelas 8. Lo?
Gozy      : Sama. Wahhh. . . Plagiat lo… niru-niru gue. . . hahahaha
Cherlyn  : Walla, sapa elo? Hahaha
Gozy      : Eh gue minta nomer hp lo donk!
Cherlyn  : Sape elo? Hahaha. . . gak gak, emang buat apa?
Gozy      : Ya gak papa buat koleksi aja. Hhe.
Cheelyn  : Mmm, ya entar gampang. Ntar gue kirim lewat Message ya!
Gozy      : Oke deh, yank! Eh sorry keceplosan. . . hhe…
Cherlyn  : Waduh,duh,duh kok nakutin ce?! Hha btw udah ya. Udah malem.
Gozy      : Ya udah, gw juga mau off. Medth malem and Sweet Dream !
Cherlyn  : Iya, thanks.
Setelah itu, Cherlyn mengirim pesan yang berisi nomor telfonnya kepada Gozy. Keesokan harinya, hari-hari Cherlyn diisi dengan ber-sms ria dengan Gozy. Tak lama kemudian mereka Jadian.
***

“KISTYYYYYY……….”
Napa lo Cher? Teriak-teriak gak jelas” Balas Kisty dengan wajah sewot.
“Gue kemaren ditembak Gozy. Romantis banget” Balas Cherlyn dengan wajah berbung-bunga.
“Bener? Sumpeh! Selamet ya Cher!”
Gosip itupun menyebar dengan cepat di kelas 8C, kelas Cherlyn. Randy juga mengetahui hal itu. Walaupun ia sudah lama putus dengan Cherlyn, ia masih menyimpan rasa kepada Cherlyn. Karena tidak percaya, Iapun mengajak Cherlyn makan siang di sebuah café langganan Randy. Dulu, Randy pernah menyatakan cinta kepada Cherlyn di situ. Cherlyn-pun menyetujuinya, baginya, itu hal yang biasa karena ia dan Randy sudah sepakat untuk melupakan hubungan mereka dahulu.
“Oi Cher! Jadi kan?” Kata Randy sepulang sekolah.
“Yuph.”
“Ya udah, buruan gih, masuk ke mobil gue.” Ajak Randy. Hari itu, Cherlyn tidak membawa mobil karena akan ketemuan dengan Randy.
“Wah, Udah lupa ya sama gue? Sampai-sampai gak traktir gue?” Kata Randy memecah keheningan.
“Traktir? Mang napa?” Cherlyn bingung.
“Katanya lo jadian ma Gozy. Kok gak traktir gue?” Randy melempar senyum.
“Oh, masalah itu” Cherlyn tertawa. “Habis lo gak minta sih, ya udah. Hehe. Sorry ya!”
“Wah, jahat lo!”
“Hehe. Eh lo juga gak traktir gue gitu waktu lo jadian ma si Shela.”
“Suka-suka gue dong!” Randy tersenyum.
Cheelyn yang tadinya sumringah berubah jadi cemberut.
“Wah, masih aja kayak dulu, ngambekan. Ya udah, ntar lo pas udah nyampe’ lo boleh pesen apa aja sepuas lo.”
“Bener?”
“Ho-oh.”
“Wah, gak salah gue masuk Teater. Ternyata, Akting gue manjur juga.” Cherlyn tertawa.
“Lho?  Akting tho? Gak jadi dah.” Ujar Randy sambil memarkirkan mobilnya.
“Lho… Ran, ayolah… Jadi ya?” Cherlyn memohon.
“O,g,a, h. Ogah!” Kata Randy sambil mendekatkan wajahnya kepada Cherlyn.
“Ihh, Bau tauk!” Ucap Cherlyn seraya menutup hidung.
“Ayo! Lo mau mati kehabisan udara di mobil terus?”
Cherlyn pun keluar dari mobil Randy.
“Pesen apa lo?”
“Nasi goreng Seafood sama Vanilla Latte”
“Nasi goreng Seafood,Vanilla Latte,terus menu yang biasa mbak.” Kata Randy kepada Pelayan Café.
“Btw Lo serius sama Gozy?” Ujar Randy.
“Ya serius lah. Mang napa?” Balas Cherlyn.
“Ya, gak papa. Tapi setau gue, Gozy tu bukan anak baik-baik. Lo belom kenal dia luar dalam kan?”
“Ngarang lo! Dia baek kok!”
“Lho jangan marah dulu. Gue udah kenal di luar dalem.”
Cherlyn terdiam. Ia sangat marah pada Randy karena telah menjelek-jelekkan cowok yang begitu ia cintai.
Randy memajukan tubuh dia berbisik. “Asal lo tau, dia tu pengedar.” “Gue dulu pernah di tawarin tapi gue nggak mau.”
“Oh, ternyata ini maksud lo, ngajak gue ketemuan. Udah Ran, kita tu udah putus! Gue boleh donk sayang ma yang laen!” Kata Cherlyn seraya bangkit dari tempat duduknya.
“Gak gitu Cher! Tunggu!” Randy berusaha meraih tangan Cherlyn. Namun Cherlyn sudah jauh. Cherlyn memberhentikan sebuah taksi. Randy hanya bisa memandang Cherlyn dari dalam Café. Ia tau, percuma saja mengejar Cherlyn, anak yang sangat keras kepala itu.
Di dalam taksi, Cherlyn tak henti-henti menitikkan air mata.
“Mau kemana non?” suara Supir taksi mengagetkan Cherlyn.
“Kemana aja deh pak” balas Cherlyn dengan wajah yang masih merah padam.
Cherlyn menatap ke luar jendela mobil. Tak ada yang menarik. Namun tunggu! Di ujung gang ada dua orang yang tampak celingukan. Tubuh yang taka sing di mata Cherlyn. Gozy, Ya, itu Gozy.
“Pak, berhenti bentar pak!”
Pak supir menghentikan laju mobilnya. Cherlyn mengamati dengan seksama apa yang dilakukan “Pipi” (Panggilan sayang untuk Gozy) nya itu. Gozy tampak membawa bingkisan yang tertutup tas kresek hitam. Cherlyn tak tahu apa itu. Pria yang ada di hadapannya juga membawa amplop. Kemungkinan besar, isinya uang.
Ngapain Pipi di gang sepi itu? Siapa orang yangbersama Pipi? Apakah benar yang dikatakan Randy?. Berbagai pertanyaan berkecamuk di hati Cherlyn.
“Pak, tunggu sebentar.” Cherlyn keluar mobil. Ia berjalan ke tempat Gozy berada.
“Pipi?” Cherlyn mendorong Gozy dari belakang. Tanpa sengaja, Gozy menjatuhkan bingkisan yang dibawanya itu. Bingkisan itu terbuka. GANJA !!!
“Pi? Apa ini?”
“Mi, sorry ini nggak seperti yang mimi kira. Tolong dengerin penjelasan pipi dulu.”
“Udah! Cukup. KITA PUTUS!” Cherlyn berlari menuju taksi yang ditumpanginya tadi.
“Jalan Pak!” Ucap Cherlyn.
Cherlyn melihat ke belakang. Ia melihat Gozy mengejarnya. Namun, Ia tak menghiraukannya.
***
Keesokan harinya. Sepulang sekolah, Cherlyn, Kisty, dan Muthy pergi ke Café langganan mereka. Seperti biasa, mereka memilih duduk di pojok.
“Lo ada masalah Cher? Dari tadi pagi gue lihat wajah lo kusut terus.” Ucap Kisty.
Cherlyn kemudian menceritakan apayang dialaminya.
“Jadi, lo putus ma si Gozy?” Muthy berbicara dengan burger yang masih ada di mulut.
“Gak sopan lo!” Kisty mendorong Muthy.
Cherlyn mengangguk. Ia tak percaya cintanya itu kandas di tengah jalan. “Sebenernya gue udah gak kuat. Gue pingin mati aja.”
“Eh! Jangan gitu. Khan masih ada kita-kita yang masih sayang ma elo.” Ucap Kisty.
“Ho-oh. Nasi pecel masih enak, ngapain lo mati?” Suara yang begitu dikenal Cherlyn. RANDY !. Mereka pun tertawa.
“Boleh gue duduk?” Ucap Randy.
“He-eh” Kata Muthy.
“Btw Sorry ya udah buat lo nangis kemaren.”
“Ehm, gak papa kok. Malahan gue yang harus ngucapin makasih, cause lo udah ngasih tau ke gue. Siapa sebenernya Si Gozy itu. Makasih ya!”
“Ya, sama-sama.”
“Ehem-ehem, Kita di cuekin nih.” Ucap Kisty.
“Ya tuh, kayaknya ada yang mau CLBK nih alias cinta lama bersemi kembali.” Balas Muthy.
Mereka pun tertawa.

TAMAT 
Thx Udda bca. . . ^^ GBU ! :*



Kamis, 28 Januari 2010

bLOG k_2 kko

Alasan Klasik, lupha password blog lamma yang wadth kko bkindth blog nne. . . hhe. . .
ehm. . . IsSeng jha wadth Blog, serRu kya'nyah. . . ^^ py g tw dEh. . . MogGa" biSsa eksis. . . Amiendth. . .